LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM— Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mengajak generasi muda untuk mendalami kembali gagasan kebangsaan Bung Karno, khususnya terkait Marhaenisme dan keadilan sosial, sebagai landasan menghadapi tantangan zaman modern.
Hal tersebut disampaikan Bonnie dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (20/6/2026).
Acara yang dihadiri oleh masyarakat umum dan kalangan mahasiswa ini difokuskan sebagai ruang dialog untuk memperkuat pemahaman kebangsaan.
Bonnie menilai bahwa perubahan sosial, ketimpangan ekonomi, serta pergeseran struktur pekerjaan menciptakan persoalan baru bagi para pemuda saat ini. Oleh karena itu, pemikiran Soekarno dinilai tetap relevan sebagai bahan refleksi.
“Kita perlu membaca kembali Marhaenisme bukan hanya sebagai bagian dari sejarah pemikiran Bung Karno, tetapi sebagai pintu masuk untuk melihat persoalan rakyat hari ini. Dunia sudah berubah, persoalannya juga berubah, tetapi pertanyaan mengenai keadilan sosial, kemandirian, dan keberpihakan kepada rakyat tetap relevan untuk kita diskusikan,” ujar pendiri Museum Multatuli tersebut.
Selain menekankan pentingnya keberpihakan pada keadilan sosial, Bonnie juga menggarisbawahi makna persatuan di tengah beragam perbedaan yang ada di Indonesia. Menurutnya, persatuan bangsa tidak berarti memaksakan keseragaman.
“Indonesia justru berdiri karena mampu menyatukan berbagai perbedaan. Oleh karena itu, di tengah perubahan yang begitu cepat, generasi muda harus menjadi kekuatan yang menjaga ruang dialog dan merawat persaudaraan kebangsaan,” tegasnya.
Melalui diskusi ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami gagasan kebangsaan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai keberagaman sebagai perekat persatuan dalam kehidupan sehari-hari. (Red/LH)

