
(Peserta ToT Koperasi Garudayaksa Nusantara, Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta Timur sekaligus Wakil Ketua DPD TMI Lebak)
Pemerintah meluncurkan program unggulan melalui Inpres No.9/2025 Tentang Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan tidak tanggung-tanggung pada mulanya program ini diperkirkan akan menelan anggaran senilai 400 Triliun Rupiah dengan rincian anggaran 4 hingga 5 Miliar per desa/kelurahannya.
Akan tetapi direvisi menjadi hanya 3 Miliar per KDKMPnya dengan tenor selama enam tahun.
KDKMP digagas langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, menurutnya koperasi merupakan simbol ekonomi kerakyatan di dalamnya terdapat asas gotong royong dan semangat kekeluargaan sebagai jiwa Bangsa Indonesia.
Presiden pun serius dalam merealisasikan program ini, hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran kelembagaan sebanyak 80.081 KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten.
KDKMP Menciptakan Pemerataan Ekonomi Secara Holistik
Dengan adanya KDKMP maka nilai ekonomi pertanian dapat dijaga stabilitasnya sebab para petani dapat menyalurkan hasil pertaniannya melalui KDKMP dengan demikian ini dapat memutus rantai hubungan petani dan tengkulak yang selama ini merugikan patani sebab mereka (tengkulak) memainkan harga sesuai dengan kehendak mereka yang berprinsip membeli semurah mungkin dan menjual semahal mungkin, dengan adanya KDKMP hasil pertanian dapat dihilirisasi sehingga hal ini menguntungkan bagi para petani.
Begitupula arus komoditas pertanian dari desa ke kota dapat diatur sedemikian rupan ini merupakan upaya peningkatan ekonomi holistik yang dilakukan oleh pemerintah dari hulu ke hilir, dari desa ke kota.
Bagi penulis jika para petani sudah sejahtera maka rakyat Indonesia secara umumpun sejahtera karena Indonesia merupakan negara agraris (pertanian) masyarakatnya pun mayoritas adalah kaum tani. Jika kaum tani derajat ekoniminya bangkit maka itu adalah suatu penanda kebangkitan ekonomi Nusantara.
Menjadikan Desa Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa dengan adanya KDKMP nilai ekonomi hasil pertanian dapat terjaga, selain dari itu KDKMP juga diberi privilege keistimewaan untuk membuat gerai bisnis yang dapat dikembangkan.
Adapun gerai tersebut diantaranya Gerai Sembako (beras dan LPJ), Gerai Obat Murah/Apotik Desa, Gerai Klinik Desa, Gerai Kantor Koperasi yang nantinya difungsikan untuk penyaluran bantuan pemerintah seperti PKH dan bantuan sembako, Gerai Unit Simpan Pinjam untuk memfasilitasi pelaku usaha di perdesaan dengan pemilik modal dengan demikian dapat memutus mata rantai renenir di perdesaan, Gerai Pergudangan (cold storage/ cold chain) layanan pos/logistik, sewa tractor dan pendistribusian pupuk bersupsidi. KDKMP juga diberikan keleluasaan membuat gerai sesuai dengan potensi ekonomi desa serta kebutuhan masyarakat desa.
Dengan demikian KDKMP menjadi motor penggerak pertumbahan perekonomian di desa selain dari itu dengan adanya Gerai Simpan Pinjam KDKMP diharapkan dapat melahirkan aktor-aktor bisnis dari perdesaan dan untuk perdesaan sehingga paradigma orang desa harus kerja ke kota dapat berubah menjadi orang desa kerja di desa.
Masyarakat desa tidak lagi bertumpu harapan peluang ekonomi di kota namun mereka mampu berdikari (berdiri dikaki sendiri) membuka peluang ekonomi di desanya sendiri.
KDKMP Sebagai Agregator
KDKMP dapat menjadi fasilitator kebijakan negara di level desa dan kelurahan dimana KDKMP berpotensi mengintegrasikan berbagai program ketahanan pangan lintas kementerian agar program tersebut tepat sasaran dilevel desa/kelurahan.
Dalam hal pemenuhuan pangan nasional dengan menorganisir surplus produksi lokal dimana KDKMP dapat memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat diluar desa melalui skema kerjasama antar koperasi,BUMN maupun swasta.
Begitu pula dengan pemenuhan kebutuhan pangan desa skala produksi yang terkoordinasi ditingkat desa dimana KDKMP turut menyokong pasokan pangan nasional secara berkelanjutan dan merata.
KDKMP juga berpotensi dapat memberikan devisa negara dalam hal ini melalui peningkatan produktivitas dan kualitas produk desa KDKMP membuka peluang untuk menjadi pemaso kindusteri pengolahan dan juga kesempatan ekspor komoditas unggulan yang bernilai tinggi.
Dengan demikian jika KDKMP berjalan secara efektif dan efisien maka kebangkitan ekonomi nusantara dapat diwujudkan salah satunya melalui KDKMP.
Oleh: Agus Hiplunudin
(Peserta ToT Koperasi Garudayaksa Nusantara, Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta Timur sekaligus Wakil Ketua DPD TMI Lebak)

