
LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM – DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Banten tidak pernah diam memperjuangkan kesejahteraan bagi petani sawit di banten. Mulai dari dorongan untuk dibentuknya tim penetapan harga hingga pelaporan perdata.
“Sudah 5 bulan kurang lebih dari penandatanganan tim penetapan Harga oleh gubernur banten belum ada progres yang jelas terhadap nasib petani sawit banten,” kata H Wawan ketua DPW Apkasindo Banten melalui keterangan tertulis. Selasa (23/9/2025).
Lebih lanjut ia berharap dari adanya tim penetapan harga bisa ada kenaikan harga Tanda buah segar (TBS).
Karena menurutnya, dengan adanya tim penetapan Harga sebagaimana diatur dalam peraturan menteri pertanian (Permentan) No 13 Tahun 2024 pasal 9
harga pembelian TBS Perkebun mitra ditetapkan oleh Kepala Dinas provinsi atas nama gubernur, berdasarkan hasil penghitungan a. Indeks “K”; b. Rendemen CPO dan Rendemen PK; dan c. harga penjualan CPO dan PK
mengacu kepada kriteria a, b dan c posisi TBS banten seharusnya bisa menaikan harga sampai diatas Rp 3000/kg.
“Faktanya hari ini harga TBS Banten hanya Rp 2.398/Kg. Bahkan lebih rendah dari Papua Barat di mana harganya sebesar Rp2.597/kg. Kalu kita menghitung jarak tempuh antara Papua Barat dan Banten ke Ibu kota Jakarta sangan jauh sekali, idealnya harga TBS Banten lebih tinggi,” tambah H Wawan.
“Yang lebih miris lagi dirasakan oleh petani Sawit Banten. Sudah harga TBS terendah se-indonesia diduga ada pengurangan timbangan oleh PKS Kertajaya kurang lebih 4% yang mengakibatkaan rugi miliaran rupiah. Ini tentu sangat mencederai dan menyakiti petani sawit di banten,” tukasnya.
Terpisah Mambang Hayali selaku aktivis muda sawit meminta Gubernur Banten Andra Soni untuk hadir ditengah jeritan petani sawit di banten.
“Mengingat Asta Cita Bapak Presiden Prabowo salah satunya dibidang pertanian. Maka dari itu, petani sawit harus diperhatikan nasibnya jangan sampai dirugikan,” pungkasnya. (Red)

