LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus berupaya memberikan pelayanan infrastruktur terbaik bagi seluruh masyarakat. Melalui pembangunan jalan dan jembatan yang merata di berbagai kecamatan. DPUPR) Lebak pada tahun 2025 ini tengah melakukan pembangunan 4 jembatan, untuk penguatan konektivitas wilayah Kabupaten Lebak diwujudkan pembangunan jembatan yang menjadi infrastruktur vital bagi mobilitas warga, terutama di wilayah perdesaan dan perbukitan.
Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas PUPR Lebak H Dade Yan Apriandi. Menurutnya, Dinas PUPR Lebak telah melaksanakan pembangunan empat jembatan dengan total anggaran Rp 3,59 miliar. Dari anggaran tersebut kata H Dade, diantaranya.
Kesatu, Jembatan Parungkujang Kecamatan Cileles dengan pagu anggaran Rp. 1,478,187,692 (Satu miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta seratus delapan puluh tujuh ribu enam ratus sembilan puluh dua Rupiah).
Kedua, Jembatan Cipining Kecamatan Maja, dengan Pagu anggaran Rp. 309,834,000 (Tiga ratus sembilan juta delapan ratus tiga puluh empat ribu Rupiah).
Ketiga, jembatan Cikacak, Kecamatan Sajira, dengan pagu anggran Rp.472,924,000 (Empat ratus tujuh puluh dua juta sembilan ratus dua puluh empat ribu rupiah).
Dan Keempat Jembatan Ciboleger, Kecamatan Lewidamar, jembatan tersebut dengan pagu anggran Rp.1,337,767,000 (Satu miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta tujuh ratus enam puluh tujuh ribu Rupiah).
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pembangunan. Penguatan infrastruktur jembatan adalah bagian dari strategi besar mewujudkan konektivitas yang berkeadilan, memperkuat integrasi wilayah, serta membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lebak,” ungkapnya.
Selain itu kata H Dade, Jembatan sebagai urat nadi kehidupan. Bagi kabupaten dengan wilayah geografis beragam seperti Lebak, keberadaan jembatan merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari.
“Jembatan menghadirkan keselamatan, memastikan akses pendidikan tetap berjalan meski musim hujan, dan menjamin produksi pertanian serta hasil bumi dapat tersalurkan dengan baik,” kata H Dade.
Ia menambahkan, sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pembangunan.
“Penguatan infrastruktur jembatan adalah bagian dari strategi besar mewujudkan konektivitas yang berkeadilan, memperkuat integrasi wilayah, serta membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lebak,” pungkasnya (Red)

