
LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM – Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Komisariat UIN Banten dan Unpam Serang menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar bakti sosial (Baksos) penggalangan dana dan hasil penggalangan langsung di serahkan
kepada warga Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Minggu, 15 Februari 2026.
Achmad Fauzi, Ketua Kumala UIN mengatakan, kegiatan ini diwujudkan melalui penggalangan dana yang kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan logistik serta bahan material untuk pembangunan taman baca dan majelis sederhana bagi warga setempat.
“Bantuan yang kami salurkan diharapkan dapat menunjang kebutuhan pendidikan anak-anak sekaligus menjadi ruang pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sudah enam tahun pascabencana, sebagian masyarakat Huntara di Lebakgedong masih hidup dalam keterbatasan fasilitas dan minim perhatian. Kondisi tersebut mendorong KUMALA untuk turun langsung sebagai bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas sesama masyarakat Lebak.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga bentuk kepedulian dan panggilan hati nurani.
“Kami mengecam keras kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak terhadap kondisi masyarakat Huntara Lebakgedong. Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak, fasilitas yang memadai, serta kepastian tempat tinggal yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Noval selaku Ketua Kumala Unpam Serang menambahkan bahwa gerakan ini merupakan simbol solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lebak segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi Huntara Lebakgedong. Jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketidakpastian,”
tegasnya.
Diketahui, selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan silaturahmi bersama warga, dialog ringan terkait kebutuhan mendesak masyarakat, serta komitmen untuk terus mengawal isu kemanusiaan di wilayah Lebak.
Kumala UIN Banten dan Unpam Serang berharap aksi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menggugah kesadaran berbagai pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, untuk bersama-sama memperhatikan nasib warga Huntara Lebakgedong. (Red/LH)

