
LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM — Ditengah derasnya arus perubahan zaman, semangat kebangsaan kembali digaungkan dari Kabupaten Lebak. Anggota DPR RI Komisi X Bonnie Triyana, mengajak masyarakat untuk kembali menggali nilai-nilai luhur bangsa melalui dialektika pemikiran Soekarno dan Nahdlatul Ulama.
Pesan itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno diskusi beratajuk “Nilai-Nilai Kebangsaan melalui Dialektika Pemikiran Bung Karno dan Nahdlatul Ulama (NU)” yang digelar di Museum Multatuli, Kabupaten Lebak, Kamis (18/6/2026).
Hadir dalam kegiatan itu sejumlah narasumber terdiri Lukman Hakim Saepudin Menteri Agama periode 2014-2019, Inayah Wahid putri pengurus besar Nahdlatul Ulama, Muhammad Nazib Azca, kepala OR IOSH BRIN, dan Savik Ali Pengurus NU.
Kegiatan tersebut bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali gagasan besar para pendiri bangsa tentang persatuan, nasionalisme, demokrasi, dan gotong royong.
Bonnie Triyana menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan pemikiran para pendahulunya. Menurutnya, nilai kebangsaan harus terus dirawat agar tetap menjadi pondasi kehidupan masyarakat Indonesia.
“Nilai-nilai kebangsaan bukan hanya cerita masa lalu. Ia harus terus hidup dalam sikap, tindakan, dan cara kita membangun masa depan bangsa,” ujar Bonnie.
Ia menilai pemikiran Bung Karno dan NU memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan bangsa saat ini. Nasionalisme dan nilai keagamaan, kata dia, bukan sesuatu yang bertentangan, melainkan dapat berjalan bersama dalam menjaga keutuhan Indonesia.
Sementara itu, Lukman Hakim Saepudin menteri Agama dalam pemaparannya menyampaikan bahwa riset dan inovasi tidak hanya berbicara tentang teknologi modern, tetapi juga tentang membangun manusia yang memiliki karakter, wawasan sejarah, dan kepedulian sosial.
“Bangsa yang maju bukan hanya yang memiliki teknologi tinggi, tetapi juga bangsa yang kuat dalam nilai dan identitasnya,” ungkapnya.
Suasana kegiatan semakin bermakna ketika para peserta diajak melihat kembali perjalanan sejarah bangsa, bagaimana gagasan kebangsaan lahir dari dialog, perbedaan pemikiran, hingga perjuangan panjang para tokoh nasional.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Lebak diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan zaman, tetapi menjadi bagian dari gerakan menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan meneruskan cita-cita para pendiri bangsa. (LH)

