
LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM — Ratusan siswa dari 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat MKKS Subrayon 3 Kabupaten Lebak yang digelar di Pondok Pesantren Al Farhan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.
Para peserta berasal dari lima kecamatan, yakni Cipanas, Muncang, Lebak Gedong, Sobang, serta sebagian wilayah Cibeber. Kegiatan ini bertujuan untuk berkompetisi sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah melalui tujuh cabang perlombaan.
Pembukaan FTBI berlangsung meriah dengan dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al Farhan, Pengawas SMP Wilayah MKKS Subrayon 3, para kepala sekolah, dewan guru, serta pendamping peserta.
Ketua Panitia Kegiatan, Nia, menyatakan bahwa FTBI merupakan langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas dan warisan budaya bangsa.
“Melalui ajang ini, para pelajar diharapkan semakin bangga dan aktif menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nia.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Farhan, KH. Deden Al Farhan, mengapresiasi penunjukan pesantrennya sebagai tuan rumah.
Ia menegaskan pentingnya bahasa daerah sebagai media pewarisan nilai luhur dan kearifan lokal.
“Bahasa adalah jembatan peradaban. Ketika generasi muda mencintai bahasa ibunya, sesungguhnya mereka sedang menjaga akar budaya dan jati diri sejarah leluhurnya,” ujar KH. Deden.
Ia menambahkan bahwa penguasaan nilai sejarah secara utuh akan membentuk generasi yang cerdas secara kultural, spiritual, intelektual, dan emosional dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pengawas SMP Wilayah MKKS Subrayon 3, Muhammad Abduh, turut menekankan pentingnya peran sekolah dalam menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya lokal Banten. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab kolektif seluruh insan pendidikan.
“Selain sebagai wadah unjuk bakat berbahasa dan berekspresi, FTBI tahun ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta semangat kebersamaan antar-SMP di wilayah MKKS Subrayon 3 Kabupaten Lebak,” pungkasnya. (Red/LH)

