
LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM – Proses seleksi Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kabupaten Lebak di tubuh Asprov PSSI Banten menuai polemik. Pasalnya proses pendaftaran Askab PSSI Lebak yang di lakukan panitia Asprov di buka hanya satu hari.
“Meskipun proses seleksi Askab dan penentuan kewenangan Asprov, tapi kenapa baru ada 1 Calon langsung penetapan Calon Askab,” ungkap Dede Nurzaman ketua Sekolah Sepak Bola (SSB) Elang Mas kecamatan Cijaku kepada wartawan. Senin, 25 Mei 2026.
Ia menuding tim panitia Asprov Banten tidak transparan terkesan menutup ruang demokrasi bagi yang lain.
“Diera keterbukaan seperti sekarang ini seharusnya proses seleksi di buka seluas-luasnya kepada masyarakat. Masa hari itu dibuka proses seleksi hari itu juga ditutup, ini kan, jelas menutup keran demokrasi,” tegas Dede Nurzaman.
Pria kerap di sapa Sarmong itu menuturkan, kurangnya informasi publik terkait tahapan, persyaratan, hingga jadwal pendaftaran calon Ketua Askab Lebak menjadi tanda tanya besar.
“Saya selalu ketua SSB Elang Mas menyayangkan sikap Asprov PSSI Banten, sepak bola kan bukan milik elite, tapi milik rakyat banyak,” tuturnya.
Ia mendesak Asprov PSSI Banten untuk membuka ruang demokrasi yang sehat.
“Bagaimana Askab PSSI Lebak mau maju kalau kemudian penentuan calon saja tidak sehat seperti ini,” tukasnya. (Red/LH)

