
LEBAK, Bilhakimtvnews.com – menjelang Ramadhan 1447 Hijriah Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar program pasar murah menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini dilaksanakan di 28 kecamatan sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga miskin ekstrim dan rentan.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, mengatakan pasar murah akan digelar secara bertahap di masing-masing kantor kecamatan.
“Pembukaan perdana hari ini kita pusatkan di Plaza Lebak. Program ini bertujuan untuk pengendalian inflasi dan mengurangi beban masyarakat menjelang Ramadan,” kata Amir Hamzah usai menyampaikan produk pasar murah di Plaza Lebak. Selasa, 3 Februari 2026.
Kata Amir, biasanya menjelang hari besar keagamaan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, sehingga pemerintah harus hadir agar harga tetap terjangkau.
Selain itu Wabup Lebak menjelaskan, mekanisme pasar murah dilakukan dengan sistem kupon yang diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan rentan. Meski demikian, pasar murah ini bukan bantuan sosial, melainkan subsidi harga kebutuhan pokok.
“Kupon dibagikan oleh pihak kecamatan melalui desa. Masyarakat tetap membeli, namun dengan harga yang sudah disubsidi. Apabila kupon tidak terserap, dapat dialihkan kepada masyarakat lainnya,” jelasnya.
Dalam program ini, Pemkab Lebak menyediakan dua jenis paket, yakni paket sembako dan paket telur, Paket sembako terdiri atas, Beras 5 kilogram, Gula pasir 1 kilogram. Minyak goreng 1 liter dan Tepung terigu 1 kilogram.
Paket sembako tersebut dijual seharga Rp87.000, setelah mendapat subsidi sebesar Rp29.000 dari pemerintah daerah.
Sementara itu, paket telur 1 kilogram dijual seharga Rp20 ribu dari harga pasar sekitar Rp27 ribu lima ratus dengan subsidi sebesar Rp8 ribu.
“Jika masyarakat membeli paket sembako dan telur sekaligus, cukup menyiapkan uang Rp107.000,” imbuhnya.
Diketahui, untuk mendukung pelaksanaan pasar murah, Pemkab Lebak menyiapkan total 17.500 kupon sembako dan 8.000 kupon telur. Distribusi kupon untuk kecamatan besar di antaranya Rangkasbitung, Cibadak, dan Kalanganyar, masing-masing memperoleh lebih dari 800 kupon sembako. Sementara kecamatan lainnya mendapatkan rata-rata 600 kupon sembako dan 200 kupon telur.
Total anggaran subsidi yang dialokasikan Pemkab Lebak dari APBD tahun 2026 dalam program pasar murah ini mencapai Rp555 juta. Subsidi tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, terigu, dan telur dengan besaran subsidi per item bervariasi antara Rp4.000 hingga Rp15.000.
Untuk penyediaan bahan pokok, Pemkab Lebak menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lebak Niaga sebagai penyedia utama berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup). Selain itu, sejumlah pelaku UMKM lokal juga dilibatkan dalam pelaksanaan pasar murah.
“BUMD ditunjuk sebagai pelaksana pasar murah sesuai Perbup. Harapannya inflasi dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Amir.
Sementara itu, Direktur PT Lebak Niaga, Ilham Akbar, mengatakan pihaknya menyediakan produk penyerapan beras lokal bekerja sama dengan Bulog Cabang Lebak.
“Untuk beras sendiri kita serap dari beras lokal bekerja sama dengan Bulog. Untuk telor sendiri kita masih memasok dari distributor,” ungkap Ilham.
Ilham menegaskan, untuk Lebak Niaga sendiri belum produksi. Maka dari itu pihaknya masih suplai dari distributor.
“Lebak Niaga baru nanti 7 dan 8 Februari 2026 baru launcing produk-produk lokal yang di produksi Lebak Niaga,” pungkasnya. (*/LH)

