
SERANG, BILHAKIMTVNEWS.COM – Melalui proses musyawarah dan voting yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, Hendriana Pratama dari Geopark Youth Forum Bayah Dome dipercaya menjadi ketua Perkumpulan Pemandu dan Interpreter Geowisata Indonesia (Perpigi) Provinsi Banten periode pertama tahun 2026–2029.
Semangat pengembangan geowisata di Provinsi Banten terus tumbuh dan bergerak maju. Kini, Banten resmi memiliki wadah bagi para pemandu dan interpreter geowisata melalui terbentuknya Perpigi Provinsi Banten di salah satu Hotel Kota Serang pada 21 Mei 2026.
Pembentukan Perpigi Banten berlangsung dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata yang diselenggarakan oleh PPSDM Geominerba Kementerian ESDM Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia geowisata di Banten, khususnya dalam pengelolaan, interpretasi, dan konservasi geoheritage secara berkelanjutan.
Sebanyak 20 peserta terpilih dari berbagai kabupaten di Provinsi Banten mengikuti kegiatan ini setelah melalui proses seleksi administrasi. Para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pemandu wisata, pengelola geosite, komunitas geowisata, hingga aktivis geopark dari kawasan Geopark Nasional Bayah Dome dan Geopark Nasional Ujung Kulon.
Pembentukan Perpigi Banten didampingi langsung oleh Dr. Ir. Heryadi Rahmat, M.M., ahli geologi dan vulkanologi sekaligus inisiator Perpigi Nasional. Sehari setelah pelaksanaan uji kompetensi pemandu geowisata, pengurus inti Perpigi Provinsi Banten kemudian dikukuhkan oleh Prof. Dr. Dicky Muslim, Ir., M.Sc., Ketua Perpigi Nasional sekaligus Guru Besar Geologi Kebencanaan.
Kegiatan pengukuhan turut dihadiri oleh PPSDM Geominerba, asesor pemandu geowisata LSP Pramindo, Badan Pengelola Geopark Bayah Dome, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak.
Dalam sambutannya, Dicky Muslim menyampaikan harapannya agar PERPIGI Banten dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para pemandu dan interpreter geowisata di Provinsi Banten, sekaligus memperkuat interpretasi di berbagai destinasi geopark.
“Perpigi diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kompetensi pemandu geowisata, sekaligus memperkuat edukasi dan interpretasi geoheritage di kawasan geopark,” ujarnya.
Ia menuturkan, keberadaan Perpigi Banten diharapkan mampu mendorong lahirnya pemandu geowisata bersertifikat BNSP yang tidak hanya memahami aspek wisata, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat mengenai geologi, sejarah bumi, lingkungan, serta pentingnya konservasi warisan alam.
“Sebagai organisasi profesi, Perpigi Banten juga akan menjadi ruang kolaborasi bagi para pemandu wisata tingkat grassroot dan pengelola geosite di kawasan geopark,” katanya.
Lebih lanjut kata dia, dengan membangun kemitraan strategis bersama Geopark Nasional Bayah Dome dan Geopark Nasional Ujung Kulon, Perpigi diharapkan mampu memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan geoheritage menuju geopark berkelas dunia.

Sementara itu Hendriana Pratama ketua Perpigi Banten terpilih mengatakan, dalam kepengurusan Perpigi Banten periode 2026–2029, dibentuk tiga bidang utama, yaitu Bidang Litbang dan Konservasi, Bidang SDM, Diklat dan Sertifikasi, serta Bidang Kemitraan, Advokasi, dan Publikasi.
“Ketiga bidang tersebut disusun untuk mendukung arah kerja organisasi sesuai dengan kondisi geografis dan potensi geowisata yang dimiliki Provinsi Banten,” ucap Hendri.
Ke depan, Perpigi Banten diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas ESDM, lembaga pendidikan, dan Lembaga Sertifikasi Profesi guna menghadirkan pelatihan dan uji kompetensi secara berkelanjutan bagi para pemandu geowisata di Provinsi Banten.
“Hadirnya Perpigi di tanah jawara menjadi langkah baru dalam memperkuat geowisata berbasis edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat menuju geopark yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya (Red/LH)

