
PANDEGLANG, BILHAKIMTVNEWS.COM – Perguruan tinggi didorong untuk memperkuat perannya sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan penyedia solusi berkelanjutan atas berbagai dinamika sosial. Kampus dinilai perlu lebih sensitif dan adaptif dalam merespons persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di sekitarnya.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Optimalisasi Perguruan Tinggi sebagai Pusat Solusi Berkelanjutan” yang berlangsung di Pandeglang. Forum ilmiah ini menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten I, Bonnie Triyana; akademisi Banten, Prof. Suwaib Amiruddin; Ketua STISIP Banten Raya, Dr. Nasir, M.P.; serta Wakil Ketua I STISIP Banten Raya, Dr. Asep Muslim, M.Si.
Dalam pemaparannya, Bonnie Triyana menekankan pentingnya penyelarasan Tiga Pilar Perguruan Tinggi—pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat—dengan kebutuhan zaman. Ia menilai bahwa masalah di tengah masyarakat seyogianya tidak dipandang semata sebagai beban sosial, melainkan ruang pembelajaran.
“Persoalan di tengah masyarakat harus menjadi solusi dan ilmu pengetahuan yang baru serta inovasi yang harus dimiliki. Persoalan-persoalan itu akan menjadi laboratorium ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan dan menguatkan kolaborasi lintas sektor,” ujar Bonnie.
Ia menambahkan, dampak nyata inovasi kampus hanya dapat terwujud jika didukung oleh sinergi pentahelix yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Suwaib Amiruddin menguraikan bahwa pesatnya perubahan sosial menuntut perguruan tinggi untuk memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika lapangan. Menurutnya, program akademik dan penelitian tidak boleh berjalan secara eksklusif atau terisolasi dari realitas sosial.
“Optimalisasi harus diselaraskan dengan perubahan yang sesuai dengan masyarakat,” tegas Suwaib. Ia mengimbau kampus untuk terus meningkatkan kapasitas riset dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian masalah lokal.
Melalui seminar ini, para pemangku kepentingan sepakat bahwa perguruan tinggi memegang peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Keterhubungan yang erat antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat diharapkan mampu menghasilkan dampak positif yang langsung dirasakan oleh publik. (Red/LH)

