
LEBAK, BILHAKIMTVNEWS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di tengah dorongan pemerintah memperkuat ketahanan pangan Nasional.
Diklat Tani Merdeka Nasional Angkatan I berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, pada 14 hingga 17 Mei 2026.
Diklat diikuti oleh sejumlah daerah di antaranya DPD TMI Kabupaten Lebak dan DPD TMI Kabupaten Tangerang.
Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, salah satu peserta Diklat, menyampaikan bahwa diklat merupakan sarana konsolidasi petani di Nusantara untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional.
“Diklat ini merupakan bagian dari konsolidasi Nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional,” paparnya pada awak media (16/05/2026).
Ellen menambahkan bahwa tujuan Diklat selain untuk mewujudkan ketahanan pangan Diklat juga merupakan sarana untuk meningkatkan daya saing petani dan produktivitas petani.
“Tujuan dari Diklat ini di antaranya untuk meningkatkan daya saing petani dan produktivitas petani,” jelasnya.
“Sebagaimana Ketua Umum DPN TMI, Don Mozakir, menyatakan, bahwa petani ke depan memiliki banyak tantangan maka penguatan kapasitas petani sangat diperlukan, disipakan untuk menghadapi tantangan di sektor pertanian, mulai dari dinamika pasar, penerapan teknologi pertanian modern dan pembaharuan sistem pertanian,” pungkasnya.
Senada dengan pernyataan Sekretaris DPD TMI Kabupaten Lebak, Agung Purnama. Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan harus diimbangi dengan sumber daya manusia petani.
“Ketahanan pangan akan terwujud jika sumber daya manusia atau petaninya memiliki kualitas dan produktivitas yang handal,” ujarnya.
“Kami dalam hal ini Ketua DPD TMI Lebak dan saya selaku Sekretaris DPD TMI Kabupaten Lebak, turut serta dalam Diklat ini, dengan niatan yang baik, yaitu mendukung program Nasional tentang ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing serta produktivitas petani,” sambungnya.
Ia juga berpesan pada seluruh DPK TMI Kabupaten Lebak yang tersebar di 28 Kecamatan, untuk senantiasa optimis dalam mendukung program Nasional, ketahan pangan.(*/Red/LH)

